Banyak sekali perusahaan yang baru muncul lalu berkembang dengan baik dan bisa diterima di pasaran, tetapi tidak lama kemudian produk dari perusahaan tersebut menghilang begitu saja, demikian juga perusahaannya.

Kebangkrutan memang bisa menyerang berbagai jenis usaha, baik itu usaha jasa maupun perdagangan. Kebangkrutan juga tak mengenal perusahaan baru atau lama. Lantas apa yang membuat usaha tersebut menghilang dan gulung tikar?

Ada sejumlah hal yang terkadang lepas dari perhatian para pebisnis sehingga secara perlahan dan tanpa disadari, arus uang (cash flow) pun menurun dan akhirnya terhenti dan secara perlahan akan habis tanpa disadari oleh pemilik usaha.

Nah, untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda, berikut ini adalah beberapa tips dan cara yang bisa Anda praktekkan untuk mengatasi kebangkrutan dalam berbisnis, antara lain:

  1. Belajar mengatur keuangan

Anda tidak perlu belajar  manajemen secara mendalam, tetapi Anda harus cukup teliti dan tekun dalam hal membuat laporan keuangan pada setiap harinya.

Catatlah setiap pengeluaran dan pemasukan walaupun sekecil apapun bentuknya, dan janganan sampai anda menunda-nunda karena akan berbahaya apabila sampai menjadi suatu kebiasaan dan akhirnya anda akan kelimpungan dan kebingungan karena kehilangan hitungan pemasukan dan pengeluaran tersebut.

Hal ini akan enyebabkan munculnya lobang hutang usaha baru atau akan berpengaruh pada beberapa angsuran atas hutang usaha maupun hutang dalam bentuk lainnya, sehingga Anda akan terjerumus dalam masalah hutang berkepanjangan.

  1. Jangan terlalu cepat tergoda usaha lain

Apabila anda mendapatkan keuntungan yang besar di awal usaha anda, anda jangan sampai berpikiran bahwa anda sudah menguasai pasar, usaha yang baru muncul itu biasanya baru memancing perhatian dari masyarakat luas sehingga keuntungan tersebut adalah keuntungan dari pembelian pertama para pelanggan anda.

Janganlah anda sampai merasa leluasa untuk langsung membelanjakan hasil dari keuntungan anda sebelum bisnis anda tersebut sudah stabil dan sudah memiliki pasar yang tetap. Ingatlah bahwa suatu profit yang harus anda kejar adalah profit dalam jangka yang panjang.

  1. Buatlah dua dompet yang berbeda

Pisahkanlah uang pribadi dengan uang hasil bisnis anda. Hal ini memang terasa sangat sepele apalagi jika para pebisnis memulainya usahanya sendiri dan langsung menggantungkan seluruh kebutuhannya dari keuntungan usahanya sehingga secara tidak sadar uang yang seharusnya bisa berputar ternyata habis tidak jelas karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Maka dari itu cobalah kencangkan ikat pinggang Anda dan kuatkan iman agar tahan dari berbagai macam godaan untuk mencampurkan dompet pribadi dan dompet bisnis anda.

  1. Sumber Permodalan dari luar (Hutang)

Pada masa pengembangan biasanya Anda akan dihadapkan pada sebuah dilema tentang pengadaan sumber modal usaha yang ke depannya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan usaha Anda.

Buatlah skala prioritas dalam pemilihan alternatif sumber Modal

a. Menjual Saham / mencari investor yang ikut dalam pelaksanaan usaha (JOIN BISNIS)

Pastikan Anda benar benar melakukan perhitungan serius dalam menentukan kebijakan ini, karena sudah pasti Anda akan dihadapkan pada masalah penentuan arah kebijakan dalam pengembangan usaha, karena sudah ada lebih dari satu kepala. Hitung masak-masak jika Anda ingin mengajak orang lain untuk berpartner dengan Anda.

Pelajari karakter dan lain lainnya dan Anda harus siap berbagi penghasilan usaha dengan besaran sesuai dengan proporsi modal yang disertakan oleh masing masing pihak

b. Mencari sumber hutang usaha / dana tunai  dari institusi Perbankan atau perusahaan pembiayaan.

Pilihan kedua ini menjadi salah satu pilihan alternatif. Bisa terbaik, bisa juga sebaliknya. Sesuaikan kemampuan Anda jika Anda ingin mengajukan Pinjaman usaha.

Banyak bank maupun perusahaan pembiayaan yang menyediakan fasilitas pembiayaan atau kredit multiguna / dana tunai untuk pengembangan usaha Anda.

Pilihlah bunga yang rendah.

Biasanya untuk pinjaman dana tunai yang meberikan bunga rendah adalah pinjaman dana tunai dengan jaminan berupa aset. Misalnya adalah pinjaman dana tunai jaminan BPKB mobil (Gadai BPKB) atau SHM-SHGB Anda.

Dari dua alternatif tersebut di atas, semua Anda yang akan menentukan dengan mempelajari masing masing keuatan dan kelemahannya.

  1. Ciptakan berbagai macam strategi yang efektif dan efisien

Apabila anda memiliki keleluasan modal usaha, maka janganlah Anda gegabah untuk membuat strategi untuk mengembangkan pasar anda. Cobalah berpikir secara positif, secara jernih dan kreatif sehingga modal yang akan Anda keluarkan untuk kepentingan promosi bisa ditekan seminimal mungkin, tapi bisa menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin.

Tanamkan juga dalam pikiran anda tentang bagaimana untuk melancarkan perputaran dana tunai yang tersedia sehingga membawa arus profit yang begitu deras untuk pundi-pundi keuangan anda.

Menciptakan strategi yang efektif dan effisien ini adalah salah satu point yang paling penting, karena dengan menciptakan strategi yang efektif dan efisien ini semua hal yang anda lakukan akan menjadi sangat terencana dengan baik.

Nah itulah beberapa tips untuk mengatasi kebangkrutan dalam berbisnis. Mulailah mengubah gaya pemikiran bisnis anda, cobalah berpikir sejenak dan pikirkan secara matang bisnis anda akan anda bawa. Mulai sekarang, buatlah catatan kecil mengenai usaha anda dan catatlah segala hal yang terkait dengan bisnis Anda sekecil apapun itu.

cooltext201547153945512

Share:

Leave a reply