1. RADANA FINANCE

Didirikan dengan nama PT. Indonesia Lease Corporation (Indo Lease) pada 20 September 1972. Dalam perjalanannya, beberapa kali mengalami pergantian nama menjadi PT. Mitra Pradityatama Leasing (1988), PT. Niaga Leasing Corporation (1995), PT. Niaga Leasing (2000), dan PT. Niaga Indovest Finance (2001). Berdasarkan akta berita acara rapat No. 39 tanggal 13 Desember 2005, berubah nama menjadi PT HD Finance dan memperoleh izin perubahan nama berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-012/KM-012/2006 tanggal 19 Juni 2006.   

Pada 10 Mei 2011, PT HD Finance melakukan penawaran umum saham Perdana/Initial Public Offering (IPO) sebanyak 460 juta lembar saham atau setara 29,87% dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode HDFA.

Pada 8 Maret 2013, PT HD Corpora dan Wealth Paradise Holdings Limited selaku pemegang saham utama dan mayoritas PT HD Finance Tbk, telah mengalihkan kepada PT Tiara Marga Trakindo (TMT) 45% saham Perseroan, yang kemudian pada tanggal 22 Mei 2013 TMT kembali melakukan pembelian saham Perseroan dari masyarakat hasil penawaran tender wajib (mandatory tender offer) sebesar 11,21% sehingga  TMT merupakan pemegang saham pengendali PT HD Finance Tbk yang memiliki 55,81% dari jumlah keseluruhan saham yang telah ditempatkan dan disetor.

Dengan masuknya TMT menjadi pemegang saham pengendali baru Perseroan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Mei 2014 PT HD Finance Tbk di setujui berganti nama menjadi PT Radana Bhaskara Finance Tbk

Pada Juli 2015, jumlah kepemilikan saham TMT terhadap Perseroan bertambah menjadi  70,78% sebagai hasil pelaksanaan PUT I Radana Finance melalui HMETD. 

Perseroan saat ini berkantor pusat di Jakarta dengan Kantor Cabang yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Per 30 November 2015, jumlah Kantor Cabang Perseroan berjumlah 49 Kantor Cabang.

Bidang Usaha

Kegiatan usaha Utama Perusahaan sesuai Anggaran Dasar meliputi Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, Kegiatan usaha pembiayaan lain, berdasarkan persetujuan dari OJK, Melakukan Sewa Operasi dan/atau kegiatan berbasis fee dan Pembiayaan Syariah .

Saat ini perseroan lebih memfokuskan pada kegiatan jasa pembiayaan kendaraan bermotor roda dua, baik sepeda motor baru maupun sepeda motor bekas, pembiayaan roda empat bekas serta pembiayaan multiguna dan dana griya. Namun seiring dengan perkembangan bisnis multi finance, kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pengembangan bisnis sesuai dengan lingkup kegiatan usaha Utama Radana Finance.

2. OLYMPINDO MULTI FINANCE FINANCE 

PT. Olympindo Multi Finance berdiri sejak tahun 1993. Berdirinya PT. Olympindo Multi Finance berawal dari usaha Bapak Ang Andi Bintoro dibidang jual beli mobil bekas yang mulai dirintis beliau pada tahun 1974. Dengan seiring perkembangannya dan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar akan suatu lembaga pembiayaan non bank, pada tahun 1987 didirikan PT. Olympindo Cemerlang dengan izin usaha trading kendaraan dan hire-purchase. Usaha tersebut mengalami peningkatan dengan hasil yang sangat memuaskan dari segi luasnya jangkauan dan penetrasi pasar dan hasil operasional serta keuangan.

Sejalan dengan perkembangan peraturan di bidang lembaga pembiayaan, pada tahun 1993 didirikan PT. Olympindo Multi Finance dengan ijin melakukan kegiatan usaha di bidang Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance), Sewa Guna Usaha (Leasing), Anjak Piutang (Factoring) dan  Kartu Kredit (Credit Card). Fokus utama kegiatan usaha pembiayaan PT. Olympindo Multi Finance adalah Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance) untuk kendaraaan bermotor roda empat baik baru maupun bekas, perumahan dan Sewa Guna Usaha (Leasing) untuk mesin-mesin industri, genset, forklift, alat kesehatan, dan lain-lain.

Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat akan jasa layanan pembiayaan yang berlandaskan Syariah, pada tanggal 23 Juli 2012, PT. Olympindo Multi Finance mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia untuk menjalankan kegiatan usaha pembiayaan yang sesuai dengan Prinsip Syariah.

Saat ini PT. Olympindo Multi Finance memiliki jaringan kerja berjumlah 44 yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

3. BFI FINANCE

Berdiri tahun 1982 sebagai perusahaan patungan dengan Manufacturer Hanover Leasing Corporation, Amerika Serikat, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFI) merupakan salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia. Pada tahun 1986, PT Bank Umum Nasional dan Essompark Ltd., Hong Kong, mengambil alih kepemilikan Manufacturer Hanover Leasing Corporation dalam Perusahaan. Pada tahun 1990, Perusahaan mengubah izin operasi untuk menjalankan usaha multifinance dan berganti nama menjadi PT Bunas Finance Indonesia. Pada tahun yang sama Perusahaan berganti status menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). BFI adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang pertama kali menjadi perusahaan publik di tahun 1990.

Melewati krisis ekonomi di Asia, yang berawal di tahun 1997, BFI berhasil melakukan restrukturisasi utang lebih cepat pada tahun 2001 dan tanpa melalui program bantuan pemerintah dan nama Perusahaan diubah menjadi PT BFI Finance Indonesia Tbk. Saat ini BFI menjadi perusahaan publik Indonesia yang secara mayoritas dimiliki oleh pihak asing, sebagian besar adalah lembaga keuangan terkemuka. BFI telah menjadi perusahaan penyedia jasa pembiayaan yang ternama, kokoh dari segi keuangan dan operasional.

BFI memfokuskan kegiatan bisnisnya pada pembiayaan kendaraan-kendaraan roda empat dan dua, dengan target ke masyarakat golongan ekonomi menengah dan menengah ke bawah. Perusahaan juga membiayai alat-alat berat melalui Sewa Pembiayaan. Secara geografis, bisnis Perusahaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi salah satu dari perusahaan-perusahaan pembiayaan dengan bisnis paling beragam di negeri ini.

Saat ini BFI memiliki lebih dari 220 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan didukung oleh lebih dari 6.000 karyawannya, BFI mampu memperoleh dan memproses aplikasi dari masyarakat secara cepat, serta melakukan penagihan piutang ke pelanggan dengan sistem kerja yang efisien. Kinerja Perusahaan yang sangat baik dari tahun ke tahun membuat BFI mampu meraih berbagai pencapaian dan penghargaan yang signifikan.

4. NSC FINANCE

5. MNC FINANCE

Sekilas PT MNC Finance

PT MNC Finance (“Perseroan”), yang semula bernama PT Citra International Finance and Investment Corporation (CIFICORP) didirikan di Jakarta pada tahun 1989 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.155/KMK.013/1990,   tanggal 16 Februari 1990 juncto No.KEP-039/KM.5/2006, tanggal 20 Februari 2006 juncto No. KEP-64/KM.10/2011, tanggal 14 Januari 2011, Perusahaan memperoleh pembaharuan mengenai izin usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan sehingga Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha sebagai lembaga pembiayaan yang meliputi pembiayaan konsumen, kegiatan sewa guna usaha, anjak piutang, dan usaha kartu kredit.

Pada tanggal 28 Agustus 2003, terjadi perubahan kepemilikan saham, dimana  PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. mengakuisisi 95% (sembilan puluh lima persen) saham CIFICORP dan menjadi pemegang saham mayoritas serta Perseroan melakukan perubahan fokus usaha menjadi pembiayaan kendaraan bermotor khususnya roda dua. dan sejak saat itu menjadi anak perusahaan dibawah grup PT Bhakti Investama, Tbk., dengan nama PT Bhakti Finance. Pada bulan Desember tahun 2010 perusahaan telah mengganti nama menjadi PT MNC FINANCE sesuai dengan keputusan pemegang saham yang dimuat di dalam akta No.5 tanggal 10 Desember 2010 dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM RI tanggal 20 Desember 2010 sebagaimana dimuat di dalam surat keputusan No.AHU-59293.AH.01.02 Tahun 2010, tanggal 20 Desember 2010, serta telah mendapat persetujuan perubahan nama dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No.KEP-64/KM.10/2011, tanggal 14 Januari 2011. Saat ini kepemilikan saham Perseroan adalah 99.9% milik PT MNC Kapital Indonesia, Tbk. dan sebesar 0.01% milik Koperasi Karyawan PT Bhakti Investama, Tbk. dan hingga saat ini Perseroan tidak memiliki anak perusahaan.

Sejalan dengan perubahan nama tersebut, pertumbuhan MNC Finance pun semakin melesat tajam. Hal ini tercermin dari terus meningkatnya pembiayaan baru dan total asset kelolaan secara signifikan. Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Perusahaan induk kami yaitu MNC Group melalui PT Bhakti Investama, Tbk dan PT MNC Kapital Indonesia, Tbk.

PT Bhakti Investama Tbk yang tumbuh menjadi perusahaan investasi terbesar di seluruh Indonesia yang memiliki kegiatan usaha dalam berbagai bidang usaha. Banyak anak yang dimiliki yang mencakup beragam dan berbagai sektor usaha, antara lain sektor Media dan Jasa Keuangan dan Portfolio Investasi. Beberapa anak perusahaan di lingkungan PT Bhakti Investama Tbk juga telah menetapkan diri sebagai perusahaan publik. Anak perusahaan yang bergerak di bidang media meliputi RCTI, MNC TV, Global TV, televisi berlangganan Indovision.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan terus mengembangkan jaringan pelayanan di daerah-daerah yang potensial dan sesuai dengan segmen pasar yang Perusahaan telah memiliki dengan jaringan usaha yang relatif luas yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia hingga per Desember 2012 telah memiliki 59 jaringan kantor pelayanan. Perseroan tetap focus pada pembiayaan di sektor pembiayaan mobil bekas, Alat berat  baru dan Kredit Kepemilikan Rumah/ Ruko (KPR). Dari waktu ke waktu MNC Finance berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan market share Perusahaan, baik dengan penerapan strategi yang tepat, melakukan ekspansi pembukaan cabang-cabang baru maupun dengan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada para customernya

Dalam membangun image agar dekat dengan para customernya maka Perseroan menggunakan Ikon ”Bang Kredit” yang memiliki sosok sebagai figur yang ramah sebagai cerminan pelayanan yang diberikan kepada rekanan bisnis Perseroan dilaksanakan dengan ramah dan hati yang terbuka, dan Bang Kredit tersebut mengenakan baju adat daerah agar lebih mendekatkan kepada para konsumen sebagai mitra bisnis penyedia pembiayaan barang-barang kebutuhan konsumen.

Strategi

PT MNC Finance tumbuh dan berkembang serta terbukti mampu menghadapi segala kendala yang terjadi baik di seputar industri pembiayaan atau keuangan pada umumnya maupun perubahan dalam kondisi perekonomian Indonesia.Sejalan dengan Visi dan Misi Perseroan, PT MNC Finance telah menetapkan :

8 Pilar Strategi :

  1. Teknologi Informasi “Realtime on-line” dan “Integrated”.
  2. Sumber Daya manusia yang handal dan berkualitas.
  3. Perluasan jaringan kantor di berbagai wilayah yang potensial.
  4. Diversifikasi produk agar ada penyebaran risiko.
  5. Diversifikasi pendanaan melalui jalur seperti: Channeling, Joint Financing, pinjaman bank, pasar modal.
  6. Mengembangkan kemitraan yang erat dan saling menguntungkan dengan para rekanan bisnis.
  7. Peningkatan citra organisasi.

6. SMS FINANCE 

Perseroan, yang berkantor pusat di Wisma Millenia Lt.1 & 2, Jl. MT.Haryono Kav. 16, Jakarta Selatan 12810, didirikan pada tanggal 26 November 2000 dengan nama PT. Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) dan mulai beroperasi pada bulan Juni 2001.

Sejak berdiri sampai dengan tahun 2008, SMS Finance memfokuskan diri untuk memberikan pinjaman berupa Pembiayaan Konsumen khususnya Pembiayaan Mobil Bekas. Mulai awal tahun 2009, SMS Finance semakin melebarkan sayapnya dengan memberikan pinjaman berupa Pembiayaan Sepeda Motor dan Pembiayaan Syariah.

Mulai tahun 2005, SMS Finance lebih ekspansif mengembangkan usaha dengan membuka cabang-cabang di sekitar Jabotabek serta pada tahun 2006 SMS Finance mulai merambah pasar Sumatera dengan membuka cabang di Bandar Lampung. Pada tahun 2007, SMS Finance telah mmebuka 4 cabang baru yaitu di Kelapa Gading Jakarta, Medan, Palembang dan Cirebon. Pada tahun 2008, SMS Finance juga telah membuka sejumlah cabang baru di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sehingga pada akhir tahun 2008 jumlah cabang SMS Finance menjadi 22 kantor cabang yang bergerak dalam pembiayaan mobil. Pada tahun 2009 SMS Finance membuka 40 cabang lagi sehingga cabang yang bergerak dipembiayaan mobil menjadi lebih dari 60 cabang.

Sejalan dengan dengan pertumbuhan pembiayaan yang sangat signifikan, pada bulan Januari 2009 dilakukan penambahan modal disetor oleh pemegang saham dari Rp. 40 miliar menjadi Rp. 60 miliar dan pada bulan April 2009, terjadi penambahan modal disetor dari Rp. 60 miliar menjadi Rp. 100 miliar. Adapun penambahan modal disetor sebesar Rp. 50 miliar dilakukan pada bulan Oktober 2009 sehingga total modal disetor SMS Finance menjadi Rp. 150 miliar.

7. BANK DANAMON

8. STANDARD CHARTERED BANK

9. BANK DBS

10. ANZ BANK